<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785</id><updated>2011-07-30T21:12:14.672-07:00</updated><title type='text'>iderahmat</title><subtitle type='html'>……Satu-satunya yang kita butuhkan ketika menjadi manusia adalah rasa ingin tahu……</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-3580162775043029529</id><published>2007-12-30T02:45:00.000-08:00</published><updated>2008-01-01T02:07:59.103-08:00</updated><title type='text'>Age of Positivistism</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lembaga-lembaga pendidikan adalah tempat dimana kita mendapatkan pengetahuan yang didalamnnya terdapat ilmu-ilmu yang secara spesifik mengajarkan tentang berbagai kajian-kajian. Dari sudut pandang ontologi yakni tentang apa yang kita kaji dalam pengetahuan. Didalam filsafat terdapat tiga landasan yang sangat mendasar yaitu ontology, epistemology, dan aksiologi atau dengan bahasa yang sangat sederhana yang dikatakan oleh Jujun Suryasumantri adalah setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontology), bagaimana (epistemelogi), dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan disusun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketiga landasan yang saya sebutkan diatas adalah saling terkait dan mempunyai batasan-batasan (boundaries).    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berangkat dari ketiga landasan ontology, epistemology, dan aksiologi saya akan membahas satu persatu. &lt;/span&gt;Yang pertama tentang ontology. Setiap pengetahuan mempunyai ontology, ontologi juga dapat dikatakan sebagai batasan-batasan yang dikaji didalam ilmu dan yang bukan ilmu. Di dalam buku Jujun disebutkan atau memberikan batasan bahwa ada tiga yang menjadi ontology dari pengetahauan yaitu Science, religi dan art. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertanyaannya mengapa Jujun hanya menyebutkan tiga kategori atau membatasi tiga kategori&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja? Sedangkan kalau menurut saya ontology dapat dikatakan segala sesuatu yang kita kaji, oleh karena itu didalam realitas yang terjadi didalam masyarakat kita biasa mendengar atau melihat secara langsung adanya manusia yang masih mempelajari ilmu-limu kanuragan, santet, dan hal-hal yang bersifat gaib atau supranatural. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengapa Jujun membatasi hal tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ontology yang dikemukakan Jujun terdapat paradigma positivisme yang kemudian menafikan hal-hal yang sifatnya postpositivisme. Kemudian yang kedua adalah tentang pembahasan mengenai epistemology yakni bagaimana cara pengetahuan itu didapatkan dengan benar? Hal-hal apa yang harus diperhatikan untuk mendapatkan pengetahuan dengan benar? Apakah kriterianya? Cara, teknik dan criteria apa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar? Bagaimanakah prosedurnya? Demikianlah dengan sederhana tentang epistemology. Epistemologi yang berlaku di lembaga-lembaga pendidikan ternyata sampai saat ini sangat dikuasai oleh pemikiran positivistisme yang mana saya ambil salah satu contoh tentang sarana berpikir ilmiah yang dikemukan oleh Jujun. Menurut Jujun sarana berpikir ilmiah adalah di bagi tiga yakni bahasa, matematika dan statistika. Kalau menurut saya didalam kajiannya itu besar sekali pemikiran positivistisme. Pandangan posivistisme yang mendepankan ilmiah, obejktif dan bebas nilai ternyata membuat suatu tatanan baru dalam pengetahuan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aliran Positivistisme adalah pandangan dunia empirisme yang objektif mencapai puncaknya pada masa August Comte (1798-1857), yang kemudian dikenal sebagai aliran filsafat positivisme dan kemudian Positivisme mendominasi wacana ilmu pada abad ke-20 dengan menetapkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi sebuah ilmu. Hal ini bisa kita ketahui ketika kita diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan yang terendah seperti SMP dan SMA, seperti pelajaran IPA dan IPS. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua pelajaran baik IPA atau IPS juga didalamnya terdapat aliran-aliran yang positivistik yang manusia anggap sebagai “ilmiah”. &lt;/span&gt;Kalau menurut saya, disini terdapat suatu era kemenangan bagi aliran positivistisme. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemudian apakah psositivisme itu? Kita dapat melihat pada zaman mitologi yunani kuno pada tahun 600 SM, yakni terdapat adanya suatu mitos-mitos dan kemudian Pergerseran dari mitos ke logos (rasio) dimana para pemikirnya adalah Thales, Pytagoras, Socrates, Plato dan Aristoteles. Kemudian ditandai dengan masa Rennaisans (kembali ke filsafat Yunani) atau filsafat modern, diikuti masa Aufklarung (pencerahan) yang mana Tokoh utamanya adalah Descartes, yaitu menjelaskan bahwa Rasio adalah sumber pengetahuan satu-satunya. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Paham rasio disini mendasarkan pada pengalaman, kaum rasionalis kemudian mengambangkan paham apa yang kita kenal dengan rasionalisme. &lt;/span&gt;Sedangkan mereka yang medasarkan diri kepada pengalaman mengembangkan paham yang disebut dengan empirisme. Kemudian muncul penentanganya yaitu David Hume, Locke, dan Barkeley dimana mereka penganut empirisme. Mereka yakin akan adanya regularity di alam raya, kaum empiris berpendapat bahwa pengetahuan manusia itu bukan didapatkan lewat penalaran rasional yang abstrak namun lewat pengalaman yang konkret. Gejala-gejala alamiah menurut anggapan kaum empiris adalah bersifat konkret dan dapat dinyatakan lewat tangkapan pancaindera manusia, seperti adanya suatu pola yang teratur mengenai suatu kejadian tertentu. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Akan tetapi terdapat juga beberapa kelamahan dari paham empirs ini, karena pemaham empiris ini cenderung pada kumpulan fakta-fakta saja yang tidak dapat digeneralisasi. Hal ini membawa kita pada dua permasalahan yaitu yang pertama, adanya dua fakta nyata yaitu antara seorang yang rambut keriting dan intelegensi manusia bgaimana kita mengetahui anara kedua fakta tersebut? &lt;/span&gt;Apakah rambut keriting dan intelejensi manusia membuat suatu kaitan tertentu? &lt;span style="" lang="SV"&gt;Masalah yang kedua adalah mengenai hakikat pengalaman yang merupakan cara dalam menemukan pengatahuan dan pancaindera sebgai alat menangkapnya. Disini terdapat kekurangan mengenai pancaindera. Pancaindera dapat terbatas kemampuannya dan yang terpenting adalah pancaindera dapat melakukan kesalahan. Contohnya suatu fenomena alam yang yang terjadi, kita melihat adanya mendung dilangit dari gejala alam itu belum tentu hujan akan turun, jadi pengalaman tidak bisa digeneralisasi, atau mengambil kesimpulan kalau langit mendung maka akan turun hujan. Ah itulah beberapa persoalan bila hanya mengandalkan gejala alam dengan tangkapan panca indera. Hohoho sangat membingungkan hidup ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia ini memang tidak berhenti berpikir dan berdebat mereka berdebat demi suatu kebenaran, ”hah dasar manusia” makanya saya ingin terus jadi manusia saya tidak ingin menjadi setan, jin, malaikat, atau tuhan sekalipun dan saya lebih bangga menjadi manusia karena mempunyai pemikiran yang beragam dan kompleks. Kita bisa temui perdebatan antara rasionalisme dan empirisme. Perdebatan antara rasionalisme dan empirisme kemudian ada Immanuel Kant menjadi pengengah antara rasionalisme versus empirisme yang kemudian dikenal Positivisme Abad ke-20. Pandangan dunia empirisme yang objektif mencapai puncaknya pada masa August Comte (1798-1857), yang &lt;/span&gt;kemudian dikenal sebagai aliran filsafat positivisme. Kemudian positivisme mendominasi wacana ilmu pada abad ke-20 dengan menetapkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi sebuah ilmu, dan salah satunya yang saya sebutkan diatas ketika Jujun memberikan pendapat bahwa sarana berpikir ilmiah adalah bahasa, matematika dan statistika. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengatahui lebih lanjut dari positivisme dengan melihat kriteria-kriteria Positivisme yaitu, pertama adalah Objektif, Ilmu dan teori-teori haruslah bebas nilai, kedua Fenomenalisme yaitu ilmu hanya mempelajari tentang semesta yang teramati, substansi metafisis diabaikan. Yang kemudian menafikan adanya pengetehauan yang didapatkan dari intuisi dan wahyu, karena hal ini tidak dianggap empiris dan rasional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang ketiga adalah Reduksionisme yaitu semesta dapat direduksi menjadi bagian-bagiannya yang dapat diamati, yang keempat naturalisme yaitu alam semesta adalah objek-objek bergerak secara mekanis seperti halnya mesin jam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bersambung……………&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-3580162775043029529?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/3580162775043029529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=3580162775043029529' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/3580162775043029529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/3580162775043029529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/12/age-of-positivistic.html' title='Age of Positivistism'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-2070296996048135371</id><published>2007-12-26T18:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T01:40:39.612-08:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Bali: Skema REDD dan Climate Justice</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Berbagai macam cara dan perkara tentang penyelamatan bumi dari pemanasan global ini sudah banyak dilakukan baik dari LSM, aktivis lingkungan, pemerintah, para ahli, hingga para artis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu menakutkannya dampak perubahan iklim tersebut, sehingga berbagai seruan yang seragam bahwa bumi harus segera diselamatkan dari bencana perubahan iklim ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;REDD yang menyilaukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Berbagai proyek mitigasi (pengurangan) gas rumah kaca pun ditawarkan. Solusi-solusi mulai dari mekanisme pembangunan bersih atau &lt;i style=""&gt;Clean Development Mechanism&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;(CDM)&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hingga pencegahan deforestasi atau &lt;i style=""&gt;Avoided Deforestation&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;(AD)&lt;/i&gt; yang mengacu pada pencegahan atau pengurangan hilangnya hutan dengan maksud untuk menurunkan emisi gas yang akan mengakibatkan pemanasan global, yang mana hal ini kemudian menjadi isu kunci dalam setiap debat kebijakan tentang perubahan iklim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Badan ilmiah dari konvensi kerja kerangka kerja PBB untuk perubahan iklim &lt;i style=""&gt;(United Nation Framework Convention on Climate Change/UNFCCC)&lt;/i&gt; telah membuat laporan tantang bagaimana mancapai target penurunan emisi dari deforestasi &lt;i style=""&gt;(Reduced Emissions from Deforestations/RED&lt;/i&gt;) yang telah disampaikan pada konferensi negara-negara pihak &lt;i style=""&gt;(COP)&lt;/i&gt; kemarin di Bali. Para pendukung &lt;i style=""&gt;RED&lt;/i&gt; menginginkan insentif bagi konservasi hutan menjadi instrumen perdagangan Protokol Kyoto pada fase berikutnya (2012). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Dengan adanya mekanisme semacam ini Bank Dunia berusaha menjadi badan Internasional utama yang memimpin inisiatif global &lt;i style=""&gt;RED&lt;/i&gt;. Pada pertengahan 2007, badan ini meminta kelompok negara-negara industri anggota G8 untuk memberi dukungan politik dan pendanaan terhadap rencana baru Bank Dunia yaitu fasilitas kemitraan karbon hutan atau &lt;i style=""&gt;Forest Carbon Partnership Facility (FCPF)&lt;/i&gt; yang akan menjadi skema percontohoan untuk mengurangi emisi dari deforestasi dilima negara tropis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Ide dasar dari &lt;i style=""&gt;AD&lt;/i&gt; adalah negara-negara utara membayar negara-negara selatan untuk mengurangi penggundulan hutan dalam wilayah negara mereka. Salah satu usulan adalah dengan memberi bantuan keuangan untuk kepentingan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Kemudian semakin di sadari bahwa deforestasi khususnya di hutan tropis, menyumbang antara 18 sampai 20% dari seluruh gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; global pertahun dan dibeberapa negara seperti Brazil, angkanya diatas 75% dari CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; tahunan yang berasal dari aktivitas manusia. Sebagai konsekuensinya, berkembanglah kesepakatan internasional bahwa kebijakan-kebijakan dimasa depan untuk memerangi perubahan iklim harus mengurangi deforestasi dinegara-negara tropis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Beberapa pendukung dari &lt;i style=""&gt;AD&lt;/i&gt; kemudian bukan saja mengusung tentang pencegahan deforestasi, namun juga penurunan emisi dari pencegahan degradasi hutan yakni yang dikenal sebagai &lt;i style=""&gt;Reduced Emission from Degradation and Deforestations (REDD)&lt;/i&gt;, dan Indonesia adalah salah satu negara yang ikut mendukung REDD ini. Posisi negara seperti Indonesia yang telah memiliki hutan gundul dan kerusakan hutan yang parah akibat industri kayu juga mendukung kegiatan penanaman kembali dan pemulihan dibawah skema pencegahan deforestasi. Dengan adanya skema ini diharapkan konstribusi emisi dari deforestasi khususnya pada hutan hujan tropis yang mencapai 20% dari total emisi karbon di atmosfir dapat dikurangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Berbicara tentang &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; seperti yang dikatakan oleh Tom Griffiths dan &lt;i style=""&gt;Forest People Programme &lt;/i&gt;menggambarkan bahwa &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; adalah sebagai suatu proposal yang menawarkan kewajiban membayar bagi negara-negara utara kepada negara-negara selatan guna mengurangi penggundulan hutannya, dibawah sistem global perdagangan karbon, menjual karbon yang tersimpan dihutan mereka kepada negara-negara utara sehingga industri-industri di utara dapat melakukan pencemaran seperti biasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Memang skema &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini sangat menyilaukan mata karena dengan dijanjikan kempensasi dana hingga US$3,75 miliar (Rp33,75 triliun) pertahun dari negara-negara maju dan diharapkan mampu menyelesaikan masalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kerusakan hutan, lewat program proyek &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; tersebut. Akan tetapi pertanyaannya apakah mekanisme &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini dapat menjadi solusi yang tepat ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengapa mempersoalkan skama &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah siapa yang diuntungkan dari skema &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;        &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Mekanisme yang ditawarkan oleh &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; mungkin akan menggiurkan bagi para aparat pemerintah dengan adanya dana kompensasi tersebut, apalagi dengan adanya otonomi khusus yakni adanya hak khusus yang diberikan pemerintah daerah untuk dapat mengelola hutannya sendiri. Persoalan yang muncul adalah banyak dari proposal &lt;i style=""&gt;AD &lt;/i&gt;yang tidak secara jelas lembaga apa, kelompok atau perorangan yang akan menerima pembayaran kompensasi dibawah skema &lt;i style=""&gt;RED &lt;/i&gt;internasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sedang dalam hal ini Indonesia mengajukan proposal menyatakan bahwa dana kompensasi bisa dibagikan kepada otoritas pengelola kawasan lindung, perusahaan kayu ”bersertifikat”, yang menerapkan manajemen hutan lestari &lt;i style=""&gt;(sustainable forest management/SFM)&lt;/i&gt;, inisiatif memberantas &lt;i style=""&gt;illegal logging/ &lt;/i&gt;penebangan liar, skema pembayaran jasa lingkungan &lt;i style=""&gt;(payment for envireomental service/PES)&lt;/i&gt; dan manajemen hutan berbasis masyarakat, walaupun proposal Indonesia tidak menjelaskan secara terperinci kelompok mana atau orang yang akan menerima dana dan inisiatif-inisiatif tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Dengan sedikitnya skema &lt;i style=""&gt;AD&lt;/i&gt; yang kongkrit dalam pelaksanaannya, sampai saat ini masih sangat jauh program &lt;i style=""&gt;AD&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;RED&lt;/i&gt; ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat ditingkat lokal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Setidaknya ada beberapa masalah dalam skema &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; yang dapat dipersoalkan, pertama berlangsungnya program &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; di Indonesia hanya akan membuat adanya broker karbon ditengah-tengah pemerintah daerah pemilik hutan apalagi dengan adanya otonomi daerah yang mana hak pemerintah daerah untuk mengelola hutan. Beberapa hasil kajian, sejumlah calo atau broker karbon sudah menembus taraf gubernur terkait proses &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt;. Selain itu belum adanya mekanisme dan proses sertifikasi yang jelas akan menjadi celah yang bisa dimanfaatkan para broker tersebut untuk mendapatkan keuntungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Kedua, mengutip dari M. Riza Damanik, mekanisme &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini menawarkan kepada negara-negara yang memiliki hutan untuk menjaga dan mengunci hutannya dengan imbalan imbalan uang. Resiko yang akan muncul dana-dana &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini akan dipakai oleh negara untuk melengkapi lembaga perlindungan hutan dengan sejumlah mobil &lt;i style=""&gt;jeep&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;walky talky&lt;/i&gt;, persenjataan, helikopter dan &lt;i style=""&gt;GPS&lt;/i&gt; dengan pendekatan ”senjata dan penjaga” dengan cara ini mengukuhkan kontrol negara dan swasta atas hutan. Kalo melihat tawaran ini tentunya sangat banyak yang dirugikan karena hal ini akan membatasi akses dan partisipasi masyarakat lokal terhadap hutan, belum lagi mayarakat yang tinggal diskitar hutan dan penghidupannya mengandalkan dari hasil hutan, bila akses terhadap hutan mereka dibatasi maka akan dikemanakan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Dalam kasus Indonesia sebagai negara kepulauan, dimana pemerintah sedang berencana untuk mengalokasikan 37,5 juta hektar hutan yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua, tentu akan menjadi ancaman serius bagi mereka yang tinggal disekitar kawasan hutan tersebut. Tentunya ancaman tidak hanya merugikan dalam aspek finansial semata, namun juga pada aspek ketersediaan dan kedaulatan rakyat Indonesia atas suatu wilayah hutan tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Ketiga, proposal &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; justru membuka kesempatan kepada pengusaha kehutanan untuk turut mendapat insentif dari mekanisme yang ditawarkan yakni berlandas kepada kekuatan legal formal yang dimiliki atas suatu konsesi kawasan hutan tertentu (seperti HPH, HTI dan perkebunan) melalui itikad pengurangan atau penghentian pemanfaatan kawasan konsesi hutan yang dimiliki oleh setiap pengusaha. Dengan begini, bukan masyarakat disekitar hutan yang mendapat keuntungan dari &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt;, tapi justru mereka para pengusaha yang mendapatkan keistimewaan dari &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; dalam hal finansial, dan sekaligus terbebas dari tanggung-jawab mutlak terhadap kerusakan hutan dan lahan yang telah dilakukan sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Beberapa contoh kasus dapat kita lihat yang terjadi di Uganda dan Ekuador misalnya, telah terjadi penyingkiran ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusahaan dari negara maju yang dipelopori oleh pemerintah setempat dengan mengatasnamakan konservasi yang bertujuan penyelamatan iklim global. Dan yang terakhir dampak dari skema &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; yakni mengabaikan fungsi ekosistem hutan, fungsi hutan dipakai untuk penyerap karbon semata dan menyederhanakan fungsi hutan yang lebih luas seperti hutan adalah sebagai tangkapan air, sebagai ruang hidup, sebagai tempat tinggal masyarakat ada, hingga fungsi sosio-kultural yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengusung Climate Justice&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;Skema baru yang ditawarkan seperti &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini tentunya bukannya akan memberikan solusi yang baik, solusi ini tidak proporsional satu sisi negara maju menikmati kenyamanan hidup dengan mengkonsumsi bahan bakar fosil dan praktek-praktek industri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menghasilkan emisi karbon lebih banyak, sementara negara-negara kepulauan kecil, perempuan, generasi muda, komunitas pesisir, komunitas lokal, masyarakat adat, kelompok nelayan, masyarakat miskin, khususnya di negara berkembang harus berjuang lebih keras untuk menghadapi dampak perubahan iklim, analogi yang sederhana mungkin seperti ini negara maju yang buang air besar di toilet lalu negara berkembanglah seperti (Indonesia) yang harus membersihkan isi toiletnya dan dibayar dengan uang receh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;Kemudian pertanyaan yang mucul adalah dimanakah letak suatu keadilan? Sebuah ketidakadilan bila penduduk lokal yang selama ini memanfaatkan hutan secara lestari harus tersingkir dari sumber-sumber kehidupannya bahkan dikorbankan pula hak hidupnya atas nama konservasi dan penyelamatan iklim bumi. Dimana hak-hak masyarakat adat ketika hak-hak atas hutan sebagai tempat penghidupan meraka bila harus dibatasi oleh pihak swasta dan pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;Seharusnya yang perlu diusung oleh negara Indonesia sebagai tuan rumah &lt;i style=""&gt;COP 13 UNFCCC&lt;/i&gt; kemarin adalah suatu gerakan reduksi emisi karbon yang berkeadilan &lt;i style=""&gt;(climate Justice&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;Apa yang menjadi tujuan &lt;i style=""&gt;climate justice&lt;/i&gt;? Telah kita ketahui juga bahwa model-model yang diterapkan selama ini dalam memerangi pemanasan global dan adanya upaya global yang dilakukan selama 12 tahun terakhir untuk mengurangi dampak pemanasan global ternyata adalah suatu bukti kegagalan dan belum lagi mekanisme &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; yang sangat merugikan masyarakat, dengan adanya skema &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ternyata hanya menguntungkan untuk pihak-pihak swasta atau perorangan semata terutama dari negara-negara maju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi kritis yang harus dilakukan seperti evaluasi terhadap model ekonomi politik global yang didukung oleh beragam instrumen politis multilateral. Maka dari itu perlunya keadilan iklim disini dalam proses &lt;i style=""&gt;UNFCCC&lt;/i&gt; yang berlangsung di Bali kemarin adalah untuk memahami konteks tersebut dan untuk memberikan sejumlah argumen kunci sebagai solusi dari masalah diatas. Mengusung tentang keadilan iklim ini adalah sebagai suatu batu loncatan strategis untuk suatu solusi. Selain itu &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Keadilan iklim menegaskan bahwa upaya-upaya penanganan perubahan iklim yang dilakukan tidak membahayakan komunitas lokal dalam lingkup yang luas, menghormati hak masyarakat adat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hak-hak generasi muda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Setidaknya ada 4 fokus area yang di perhatikan dari &lt;i style=""&gt;climate justice&lt;/i&gt;: &lt;b style=""&gt;Pertama&lt;/b&gt;, human Security, pada dasarnya masalah penanganan perubahan iklim ini tidak boleh membahayakan masyarakat luas dan harus selaras dengan deklarasi mengenai HAM. Mengacu pada hal ini dengan adanya skema &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; harus dicermati lebih seksama apakah hal ini dapat mengancam aspek &lt;i style=""&gt;human security&lt;/i&gt;. Seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang dampak dari mekanisme &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt;. Mengacu data yang dikemukan oleh Walhi pelanggaran HAM terhadap penduduk lokal dalam proyek konservasi lahan juga telah sering terjadi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Setidaknya telah terjadi 356 konflik yang melibatkan penduduk lokal, negara, perusahaan perkebunan dan kehutanan sepanjang tahun 2003 hingga 2007 yang tersebar di 27 provinsi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; utang termasuk utang ekologis,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa menyelesaikan masalah utang, keadilan Iklim sulit untuk diwujudkan. Pengakuan atas prinsip hutang ekologis, yaitu bahwa pemerintah negara industri dan perusahaan lintas negara lah yang sebenarnya berhutang kepada dunia atas pencemaran yang dilakukan. Selain itu industri bahan bakar fosil dan industri ekstraktif harus bertanggung jawab secara hukum untuk seluruh dampak yang terkait dengan produksi gas rumah kaca dan polutan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketiga &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;masalah produksi dan konsumsi, akar dari masalah perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya adalah masalah adalah praktek produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, khususnya terjadi terutama di negara-negara Utara, dan juga kaum elit di negara-negara Selatan. Selain itu peran perusahaan-perusahaan lintas negara yang menerapkan pola produksi dan konsumsi serta gaya hidup yang tidak berkelanjutan, baik ditingkat nasional dan internasional yang sangat besar harus dibatasi. Perlu dilakukan moratorium eksplorasi dan eksploitasi bahan bakar fosil; moratorium konstruksi pembangkit tenaga nuklir; penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir; serta moratorium konstruksi skema pembangkit listrik tenaga air skala besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;i style=""&gt;land tenure&lt;/i&gt; (hak Atas Lahan), diperlukan model sosial-ekonomis yang menjamin hak-hak mendasar untuk mendapatkan udara bersih, tanah, air, makanan, dan ekosistem yang sehat. Bukannya mengusir masyarakat dari tanah tempat bergantung hidup dengan alasan mengurangi emisi. Demikian juga hak Masyarakat Adat untuk memiliki keputusan sendiri, dan hak mereka untuk mengatur lahan, termasuk lahan, wilayah, dan sumber daya bawah permukaan (&lt;i style=""&gt;sub-surface&lt;/i&gt;), serta hak untuk perlindungan atas segala aksi atau tindakan yang bisa menghancurkan atau merusak wilayah dan cara hidup mereka harus diakui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Memang sangat membingungkan ketika berbicara dan mempromosikan tentang pencegahan deforestasi yang dilakukan oleh kepala-kepala negara dan para delegasi pemerintah di &lt;i style=""&gt;UNFCCC&lt;/i&gt; tanpa mereka menyinggung atau memberi keprihatianan-keprihatinan kepada masalah-masalah dan dampak skema dari &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; yang disebutkan diatas. Pendek kata upaya dari mitigasi melalui mekanisme &lt;i style=""&gt;REDD&lt;/i&gt; ini perlu dan harus tetap secara jelas melibatkan partisipasi masyarakat adat dan para pemangku hutan yang sangat berpotensi terkena dampak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penulis adalah mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional tingkat akhir dan Alumni &lt;i style=""&gt;Green Student Movement (GSM)&lt;/i&gt; angkatan 8 Walhi Institute&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-2070296996048135371?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/2070296996048135371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=2070296996048135371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/2070296996048135371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/2070296996048135371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/12/oleh-oleh-dari-bali-skema-redd-dan_26.html' title='Oleh-oleh dari Bali: Skema REDD dan Climate Justice'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-5693795640690038057</id><published>2007-10-29T20:44:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T04:58:08.394-07:00</updated><title type='text'>Indonesia: Koreksi Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;        Rangkaian pembajakan yang dilakukan oleh Malaysia membuat geram dari berbagai pelosok negeri ini. Sejak kasus Sipadan-Ligitan, kemudian Ambalat, pemukulan wasit dan pengakuan Malaysia tentang lagu dan jenis budaya Indonesia membuat hubungan bilateral Indonesia kurang baik. Hujatan bertubi-tubi kian berdatangan dari rakyat Indonesia untuk Malaysia.&lt;br /&gt;   Seharusnya masalah ini harus di sikapi oleh masyarakat Indonesia dengan arif, masalah klaim Malaysia lagu rasa sayang-sayange itu harus lebih di kaji atau ditelusuri lebih mendalam oleh para budayawan, harus melihat asal-usulnya terlebih dahulu dan melihat dari mana asal lagu itu berada, apakah kebudayaan kita dulu pernah membaur dengan para penjajah. hal ini harus benar-benar dicermati. Indonesia menganggap lagu itu berasal dari maluku dan Malaysia mengaku bahwa lagu itu berasal dari Philipina yang di adopsi oleh orang maluku. Menurut sumber yang saya dapat pada awalnya lagu ini digunakan untuk mengiringi tarian gaba-gaba yang berasal dari Filipina.&lt;br /&gt;      Tentunya semua klaim diatas berdasarkan alasan yang jelas, Malaysia tidak mungkin mengklaim lagu itu kebudayaan mereka kalau mereka tidak mempunyai dasar. Memang wajar jika rakyat Indonesia berang ketika kebudayaan nenek moyang mereka diambil oleh orang lain.  Bagaimana kita di anggap suatu "negara" kalau tidak mempunyai dan mempertahankan kebudayaan yang telah ada, nation-state disini sebagai unit yang besar sedangkan kebudayaan adalah unit-unit kecil yang berada di dalamnya. Jadi untuk menjalankan sebuah unit yang besar tentunya harus terlebih dahulu mempertahankan unit-unit yang kecil. Yang harus dibenahi adalah koreksi terhadap bangsa sendiri, menilik konsep nation-state yang juga dibicarakan oleh Bennedict Anderson tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;imagine community &lt;/span&gt;atau komunitas yang terbayang, artinya kita sebagai bangsa yang satu yakni bangsa Indonesia harus melihat suku-suku yang berada di Aceh, Papua, Maluku, NTT dan yang lainnya  untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mereka. Untuk itu bukan saja hanya memperhatikan kesejahteraan dan pembangunan dipusat melainkan daerah juga harus menjadi sorotan. Mengenai lagu Indonesia yang diklaim oleh Malaysia telah menyadarkan kita bahwa seharusnya kita lebih peduli terhadap saudara-saudara kita yang berada di Papua, Maluku, NTT dan lain-lain. perhatian disini bukan hanya pada masalah budaya melainkan hal kesejahteraan seperti pengurangan masalah kelapaaran, pengangguran, masalah sanitasi, kesehatan, dan lain-lain hingga rakyat Indonesia tidak ada lagi makan nasi aking. kalau pemerintah tidak memperhatikan hal ini maka akan berapa banyak lagi akan dirampas oleh Malaysia. Tentunya pentingnya disini adalah bagaimana kita dapat mempertahankan suatu identitas bangsa yakni kebudayaan bila kita tidak bisa memenuhi permasalahan-permasalahan seperti kelaparan, pengangguran, kemiskinan, kesehatan dll. karena Hal ini mengingatkan kita bahwa pentingnya suatu negara untuk mempertahanya entitas-entitas, etnis, ras, dan unit-unit yang kecil untuk menjadi  suatu bangsa agar tetap menjadi bangsa yang besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-5693795640690038057?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/5693795640690038057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=5693795640690038057' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/5693795640690038057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/5693795640690038057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/10/alaysia.html' title='Indonesia: Koreksi Diri'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-384798203319767965</id><published>2007-10-29T05:31:00.001-07:00</published><updated>2007-10-29T21:01:11.037-07:00</updated><title type='text'>Kekerasan Dalam Pendidikan Dan Warisan Kolonal</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5241550647529657785&amp;amp;postID=384798203319767965#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;“…pendidikan harus menamkan tanggung jawab, kehormatan, tetapi tanpa menjadi beo atau bebek; anak harus dipimpin supaya berdiri sendiri…”&lt;br /&gt;(Driyakara, 2006:422)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di tengah budaya masyarakat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, hukuman fisik adalah suatu yang sangat wajar dan masih banyak para orang tua atau para pendidik yang dalam memberikan hukuman fisik. Seorang teman yang menceritakan pengalaman traumatisnya, dari pengalamannya seorang teman yang pernah mendapatkan hukuman fisik, pada suatu hari saat guru mengajarkan suatu pelajaran tertentu, sang murid disuruh maju kedepan untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, setelah mengerjakan soal dan diperiksa oleh guru ternyata jawabannya salah semua, tanpa berpikir panjang guru langsung memberi hukuman dengan memukulkan kayu rotan dipunggungnya. Dari pengalaman diatas hanya sebagian kecil saja yang terjadi di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Suatu data menyebutkan sepanjang kwartal pertama 2007 terdapat 226 kasus kekerasan terhadap anak di sekolah. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan kwartal yang sama tahun lalu yang berjumlah 196. Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan selama Januari-April 2007 terdapat 417 kasus kekerasan terhadap anak. Rinciannya, kekerasan fisik 89 kasus, kekerasan seksual 118 kasus, dan kekerasan psikis 210 kasus. Dari jumlah itu 226 kasus terjadi di sekolah, ujar Seto Mulyadi dalam diskusi di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, Rabu (3/5).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dan kemudian yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kekerasan fisik masih saja terjadi?dan bagaimana dampaknya terhadap anak? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam pandangan penulis hukuman fisik yang adalah warisan budaya colonial, sejarah pendidikan colonial sangat berpengaruh, yakni pendidikan colonial disini membangun pola pendidikan tradisional yang melegitimasikan aksi hukuman fisik, berupa suatu tindakan yang menyakiti secara fisik dengan tujuan untuk menekan perilaku negatif seorang anak atau orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan menggunakan metode itu dipercaya bahwa perilaku positif anak akan terbentuk. Warisan ini dapat di identifikasi pada saat penjajahan belanda yang banyak sekali menggunakan hukuman fisik sebagai bentuk hukuman yang paling mujarab. Tipologi pendidikan warisan belanda semcam ini sampai sekarang bahkan masih aktif digunakan secara terbuka di tengah masyarakat. Hal ini dapat kita ketahui juga lebih lanjut dengan melihat bahwa pada kenyataanya i&lt;span style="" lang="IN"&gt;dentitas-identitas budaya yang dijajah dan penjajah secara konstan bercampur atau bersilangan. Dengan melihat ungkapan dari Frantz Fanon seorang pakar tentang kolonailisme mengatakan bahwa kolonalisme diartikan sebagai penonmanusiawian &lt;i style=""&gt;(dehumanization)&lt;/i&gt; rakyat di daerah koloni. &lt;/span&gt;Orang-orang yang dijajah tidak diperlakukan sebagai manusia, tetapi lebih kepada benda. Jelasalah bahwa ternyata begitu besar pengaruh dari kolonialisme. Colonial jaman belanda kental&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan perbudakan yakni dengan melihat adanya legitimasi majikan untuk menghukum budak bila melakukan kesalahan, adanya nilai superior dan inferior dalam pengambilan keputusan seorang majikan tidak memperhitungkan nilai-nilai demokratis. Budaya majikan disini jelas mempunyai kewibawaan dan status social yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Kalau melihat realiatas sekarang akar kekerasan tersebut masih ada, seperti dengan halnya guru menghukum muridnya, posisi orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga, golongan ningrat yang melakukan kekerasan terhadap budak dan pejabat pemerintahan menekan rakyatnya, yang juga memiliki legitimasi untuk menerapkan penghakiman dan distribusi sanksi sepihak tanpa proses demokrasi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam proses pendidikan tampaklah sebuah proses pemberian hak khusus kepada segolongan masyarakat tertentu (guru, orang tua atau yang dituakan). Driyarkara menyebutkan sebagai kecenderungan pendidikan yang &lt;i style=""&gt;stato-centris,&lt;/i&gt; dimana guru dijadikan sebagai pengontrol &lt;i style=""&gt;(controleur). &lt;/i&gt;Apa yang dilakukan anak akan menjadi benar bilamana sesuai dengan yang diharapakan orang lebih dewasa. Kalau melihat pemikiran dari Eric Fromm yang mengatakan bahwa “ketakutan” sebagai akar dari kekerasan”, jadi jelaslah bahwa akar kekerasan dalam pendidikan ialah ketakutan yang muncul dari dalam diri seorang pendidik ketika secara eksistensial berhadapan dengan seorang anak didiknya. Jadi dalam bahasa sederhananya para pendidik harus ditakuti oleh muridnya, mahasiswa harus takut ke dosen, guru harus ditakuti oleh mudirdnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Dampaknya terhadap psikologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pengalaman masa lalu adalah salah satu tipologi psikologis dari seorang anak, jadi pengalaman masa lalu yang pernah didapatkan seorang anak baik kekerasan fisik, kekerasan mental, dan beberapa pengalaman pahit dialami semasa kecil akan terus berdampak pada saat dewasa. Dalam bukunya &lt;i style=""&gt;A Child Caled It,&lt;/i&gt; Dave Pelzer mengungkapkan tentang bagaimana kondisi psikologis dirinya merupakan pembentukan berdasarkan pengalaman psikologisnya di masa kanak-kanak. Dave menceritakan bagaimana kisah-kisah kekerasan yang dialaminya semasa kecil telah membentuknya sebagai pribadi yang “pincang”. Kekeresan selalu “melahirkan kekerasan”. Disadari atau tidak apa yang dilakukan dalam pendidikan tradisional telah membentuk psikologi sosial masyarakat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang saat ini masih banyak dengan tindakan kekerasan dalam komunitas sekolah seperti perilaku guru terhadap murid, kakak kelas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap adik kelas (senior dan junior), dll. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dampak yang akan muncul dari kekerasan akan melahirkan pesimisme dan apatisme dalam sebuah generasi. Selain itu terjadi proses ketakutan dalam diri anak untuk menciptakan ide-ide yang inovatif dan inventif. Kepincangan psikologis ini dapat dilihat pada gambaran anak-anak sekolah saat ini yang cenderung pasif dan takut berbicara dimuka kelas. Sedangkan dalam keluarga, anak yang sering diberi hukuman fisik akan mengalami gangguan psikologis dan akan berperilaku lebih banyak diam dan selalu menyendiri selain itu terkadang melakukan kekerasan yang sama terhadap teman main atau ke orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Peran orang tua dan guru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kurikulum apapun yang mencoba membangun generasi yang proaktif dan optimis tidak akan pernah efektif mencapai tujuannya apabila system hukuman fisik masih diimplementasikan dalam dunia pendidikan sekolah. Untuk itu ada solusi yang akan ditawarkan. Yakni adanya reposisi orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga dan guru dalam mendidik murid di sekolah. Reposisi ini berupa perubahan signifikan pada paradigma masyarakat yang masih sering menggunakan hukuman fisik dalam mendidik. Selain itu juga perubahan untuk mulai menempatkan guru ataupun orang tua dalan posisi setara dengan pribadi seorang anak. Dengan membiarkan anak melakukan ekspresi dan melakukan keunikan-keunikannya sendiri maka akan membentuk mental yang bagus dan tidak apatis, keunikan anak disini tidak harus dipahami sebagai suatu kesalahan, melainkan suatu perkembangan anak itu sendiri. Kesadaran anak juga harus dibangun dengan sering mengajak berdialog dan menciptakan komunikasi yang hangat, dan bukan memberikan perintah-perintah dan larangan. Yang terpenting adalah membangun kepribadian untuk sering berpendapat dan mendengarkan pendapat-pendapat mereka. Dan sadarilah masa depan negeri ini ada ditangan anak-anak kita dan oleh karena itu peran orang tua dan guru sangat besar dalam menciptakan kepribadian seorang anak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;   &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5241550647529657785&amp;amp;postID=384798203319767965#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-384798203319767965?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/384798203319767965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=384798203319767965' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/384798203319767965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/384798203319767965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/10/kekerasan-dalam-pendidikan-dan-warisan_29.html' title='Kekerasan Dalam Pendidikan Dan Warisan Kolonal'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-9211862956479471130</id><published>2007-10-06T00:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-14T11:21:10.425-07:00</updated><title type='text'>Met Lebaran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;embed src="http://www.htmllive.com/glitter/show.swf?message=met%20idul%20fitri%0Dmohon%20maaf%20%0Dlahir%20dan%20batin&amp;amp;font=http://www.htmllive.com/glitter/fonts/plainn_lib.swf&amp;amp;glitter=http://www.htmllive.com/glitter/glitters/glitter1.swf&amp;amp;clickURL=http://www.htmllive.com/glitter/&amp;amp;type=0&amp;amp;clickLABEL=Create%20Yours%20@%20HTMLLive&amp;amp;bevel=1&amp;amp;shadow=1&amp;amp;glow=1&amp;amp;blur=0&amp;amp;fade=0&amp;amp;blink=0&amp;amp;gb=2&amp;amp;ga=0.6&amp;amp;gi=0&amp;amp;gc=10027263&amp;amp;bb=2&amp;amp;bc=0&amp;amp;sb=7&amp;amp;sa=0.7&amp;amp;si=0&amp;amp;sc=0&amp;amp;blb=7&amp;amp;ls=0&amp;amp;fontsize=36&amp;amp;num=1" quality="best" wmode="transparent" bgcolor="#ffffff" name="glitters" allowscriptaccess="always" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" align="middle" height="165" width="295"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.htmllive.com/glitter/"&gt;Create Yours @ HTMLLive&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-9211862956479471130?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/9211862956479471130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=9211862956479471130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/9211862956479471130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/9211862956479471130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/10/met-lebaran.html' title='Met Lebaran'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-6692398015467833227</id><published>2007-10-05T21:02:00.001-07:00</published><updated>2007-10-05T21:16:52.477-07:00</updated><title type='text'>Keheningan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu pertanyaan: bila engkau sebut namaku maka aku akan tiada............? jawabnya adalah &lt;span style="color: rgb(255, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;kesunyian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Mungkin itu adalah suatu ilustrasi pertanyaan teka-teki yang saya alami sekarang. Pada saat kita dilahirkan kedunia tak ada yang menemai, pada saat kita meninggalkan dunia tidak ada juga yang menemani. Kesunyian bisa datang kapan saja dan dimana saja, kesunyian akan datang pada saat saat berkumpul bersama telah pergi. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam kerinduan terdapat kesunyian dan kehampaan, pada saat mereka semua pergi hanya hening yang tertinggal mereka akan pergi entah akan kembali atau berkumpul. Dalam hati yang hampa terdapat kerinduan diasaat ruangan mulai terasa sunyi dan waktu terasa lama untuk bergerak maka benih kesunyian dan kehampaan akan timbul. Mencermati kesunyian dan kehampaan terkadang begitu sulit untuk di lalui tapi ada satu yang dapat kita lakukan yakni anggaplah kesunyian itu sebagai temanmu dan kamu akan tidak lagi merasakan kesuyian itu. Segala sesuatu yang selalu kita anggap menyesakkan maka terus akan menghantuimu, maka kesunyian adalah bukan suatu yang ditakutkan karena pasti semua manusia akan melewatinya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-6692398015467833227?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/6692398015467833227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=6692398015467833227' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/6692398015467833227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/6692398015467833227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/10/keheningan.html' title='Keheningan'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-4207836824241869002</id><published>2007-09-13T05:20:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T05:40:06.040-07:00</updated><title type='text'>Puisi Kedamaian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;jembatan hati yang telah hilang&lt;br /&gt;mengapa terjadi dalam lekuk gitar yang sedang dimainkan&lt;br /&gt;kegelisahan tanpa mengenal raut tepi insan pencari kebenaran&lt;br /&gt;bersemayam dalam gelap dan mencari kesepian&lt;br /&gt;saat indah telah sirna di hembus oleh debu&lt;br /&gt;indah pun melayang bagai awan&lt;br /&gt;tanyakan pada siapa aku bertanya&lt;br /&gt;damaikan retak hati yang telah berkarat&lt;br /&gt;kata cinta tak mampu membelai hati&lt;br /&gt;jujur tanpa ada setitik noda sulit untuk di ucap&lt;br /&gt;dimanakah kedamain hati akan muncul&lt;br /&gt;hati tak dapat berbicara dijahit oleh jarum iba&lt;br /&gt;lemah dan rapuh yang masih bertahan&lt;br /&gt;dimanakah ujung semua ini&lt;br /&gt;dimanakah tepi semua ini&lt;br /&gt;dimanakan kutemukan secercah sinar yang menerangi jiwa&lt;br /&gt;kedamaian tanpa keindahan bak sinar yang tak bercahaya&lt;br /&gt;ohhhh kedamaian datang dan peluklah dengan erat&lt;br /&gt;jangan lepas, jangan lelap, jangan lalai, jangan sedih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;engkau tetap damai dalam kedamaian itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-4207836824241869002?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/4207836824241869002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=4207836824241869002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/4207836824241869002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/4207836824241869002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/puisi-kedamaian.html' title='Puisi Kedamaian'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-1073295561511593914</id><published>2007-09-13T03:12:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T03:13:50.706-07:00</updated><title type='text'>This is About Faith n not Compromise</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;This is About Faith n not Compromise &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya baru menonton film long road to heaven, film ini menceritakan tentang kajadian bom bali. Sangat menarik cerita film ini, ada beberapa poin yang saya bisa kutip dari setelah menonton film ini. Yang pertama tentang suatu keyakinan. Film ini menonjolkan satu sisi kekuatan keyakinan yang sangat kuat dari kaum musilimin yakni dalam hal ini Jamaah Islamiah. Dimana para pelaku bom bunuh diri yang mengatasnamakan perang melawan kaum kafir dan kebathilan. Perang yang ditonjolkan disini adalah lebih kepada perang antara suatu kebudayaan baru yang masuk dalam sendi-sendi islam yang secara mendasar, seperti adanya pergaulan bebas atau ideology barat yang masuk ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan sedikit demi sedikit akan mengalami pergeseran nilai-nilai yang ada dalam masyarakat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Irisan kebudayaan atau mengenai pandangan hidup yang sangat sarat akan kesenjangan membuat mati atas suatu hal yang mendasar atau fundamental surga adalah jaminannya. Inilah sebagian kepercayaan yang dianut oleh amrozi, Dulmatin, dan Imam Samudra. Keimanan atau keyakinan kepada Allah adalah harga mati dan tidak ada kompormi atasnya. Saya bangga terhadap orang seperti Amrozi, Imam Samudra dan kawan-kawannya mereka adalah orang yang memunyai keyakinan yang kuat dan tidak ada kompromi terhadap keyakinan mereka. Apakah yang membuat mereka berani melakukan hal itu. Apakah surga yang mereka kejar? Itulah orang-orang yang yakin bahwa mati didalam jalan Allah adalah surga jaminannya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah begitu mudah jalan untuk menuju surga. Tapi terlepas dari semua itu adalah suatu keyakinan yang tidak dipunyai oleh orang-orang yang lain. Keyakinan yang mereka miliki sangat kuat dan mereka akan mempertahankannya demi keyakinannya. Kemudian poin yang kedua dari film itu yang saya dapatkan adalah dari sisi aksiologisnya yakni setelah mereka mengadakan kajian-kajian tentang bagaimana cara mereka untuk membela agama Allah demi tujuan surga. Dan ada suatu pertanyaan yang sangat bagus dalam Film itu. Kurang lebih begini pertanyaannya hai Amrozi apakah yang akan kita kejar atau kita dapatkan setelah membunuh kaum-kaum kafir itu (orang-orang barat)? Apakah kita mengejar surga atau suatu kebahagiaan dan apa bedanya kesenangan dengan anak2 yang lagi bermain itu? Dan apakah benar kita akan bertemu disurga? Dan apakah manfaat setelah kita melakukan ini? Amrozy hanya bisa terdiam sejenak dan berkata ini adalah masalah keyakinan! Disini kita bisa melihat tentang arti pertanyaan dari teman Amrozy, bahwa adakah benar kehidupan setelah kematian? Saipa yang tahu ada kehidupan sesudah mati? Tapi hal tersebut tidak untuk diperdebatkan karena kalau untuk diperdebatkan maka tidak akan ada habisnya, akan tetapi hal itu hanya bisa diyakini atau di imani. Dan yang menjadi masalah adalah ketika kita mengarapkan manfaat yang kita lakukan. Dalam khasanah pengetahuan dalam buku Jujun dijelaskan bahwa ada tiga kategori yaitu science, art dan religius. Dalam pembahasan kita adalah tentang religus juga harus ada sisi aksiologisnya. Akan tetapi begitu sederhana kita memaknai Islam ketika islam yang benar adalah bahwa ketika kita memerangi orang kafir maka kita akan masuk surga. apakah ini manfaatnya kita mempelajari islam? Ingat di dalam pengetahuan seperti Science, Art dan religi tidak saja mendasar pada apa manfaatnya, akan tetapi lebih kepada tiga hal yaitu yang pertama &lt;i style=""&gt;to know&lt;/i&gt;, yang kedua &lt;i style=""&gt;to manaje&lt;/i&gt;, dan yang terakhir &lt;i style=""&gt;to solve&lt;/i&gt;. Jadi Islam tidak begitu dangkal dari aspek ontologisnya masih perlu kita melihat bagaimana kita untuk &lt;i style=""&gt;to solve&lt;/i&gt;, To &lt;i style=""&gt;manaje&lt;/i&gt; atau paling tidak untuk &lt;i style=""&gt;to know&lt;/i&gt;. Islam mengajarkan santun terhadap semua umat manusia, islam mengajarkan tentang cara memperlakukan agama lain dengan baik, islam hal ini terjadi pada waktu Rasullulah di madinah hingga keluarnya Piagam Madinah. Islam mengajarkan kebahagiaan akidah dan akhlak. Islam adalah agama yang mengajarkan mendapatkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-1073295561511593914?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/1073295561511593914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=1073295561511593914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/1073295561511593914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/1073295561511593914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/this-is-about-faith-n-not-compromise.html' title='This is About Faith n not Compromise'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-8656158753587944448</id><published>2007-09-13T02:46:00.002-07:00</published><updated>2007-09-13T02:47:21.692-07:00</updated><title type='text'>Filsafat Bingung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Filsafat Bingung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;……Satu-satunya yang kita butuhkan untuk menjadi filosof yang baik adalah rasa ingin tahu……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Filsafat adalah diumpamakan seorang yang berdiri diatas bumi dan tengadah keatas dan melihat bintang-bintang dan menyelami hakikat dirinya dengan alam semesta galaksi. Artinya memandang secara menyeluruh bagaimana cara memandang hidup. Dan dia ingin mentetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi secara &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;menyeluruh&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Kemudian dia ingin membongkar tempat ia berpijak secara fundamental artinya menyelami berpikir dengan filsafat secara &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;mendasar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Selain itu untuk memilah-milah dalam mengambil suatu kesimpulan yang dianggap benar, mana yang layak atau tidak layak dengan suatu penelitian dan pembuktian. Hal ini dapat disebut sebagai &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;spekulatif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;, &lt;/i&gt;mengapa filsafat disebut sebagai spekulatif karena disinilah dapat kita gunakan filsafat yakni dengan menganalisis dengan suatu pembuktian dengan cara berproses dan menetapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan atau tidak. Apa yang disebut logis? Apa yang disebut sahih? Apa yang disebut benar? Apakah alam ini teratur atau kacau? Bagaimana kita memandang hidu? Apa tujuan dari hidup? Apa yang mengatur kehidupan ini? Dan sekarang kita sadar bahwa semua pengetahuan itu adalah dimulai dengan spekulasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitu banyak model cara pandang manusia sehingga harus mengambil satu model, atau tidak sama sekali memakainya. Apakah perbedaan antara pengetahuan dan ilmu? Dalam menyusun pengetahuan perlu ada hipotesis yakni yang biasa disebut &lt;i style=""&gt;logico-hypotico-verifikatif. &lt;/i&gt;Bagaimana tuhan mengatur kehidupan ini? Apakah tuhan mengatur kehidupan seperti melempar sebuah bola dadu, yakni dengan mengacaknya. Lempar acak disini adalah seperti tentang kematian, nasib, keberuntungan. Kematian yang menimpa artis pelawak Taufik Safalas adalah suatu contoh bahwa ketika tuhan melemparkan bola dadu secara random maka yang muncul sampling yang bernama Taufik Safalas dan mengambil nyawa Taufik dengan suatu kecelakaan. Dalam hal ini sangat sukar mengetahui kehendak tuhan, atau dalam suatu kasus yang tulis oleh Bruder Juniper dalam sastra klasik &lt;i style=""&gt;The Bridge of Sun luis Rey &lt;/i&gt;yang termasyur., ketika dua abad berselang jembatan yang paling indah di seluruh Peru amburk, dan melemperkan lima orang ke jurang yang dalam. Dan bisa jadi tuhan terhadap kita adalah bagaikan lalat yang dibunuh kanak-kanak pada suatu hari dimusim panas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari saya mengikuti kuliah umum yang diadakan oleh Unpad kerjasama dengan BI yang menghadirkan seorang pembicara yang terkenal dan pada tahun 2006 dia mendapatkan nobel dunia. Muhammad Yunus nama orang itu, dia menyampaikan presentasinya didepan para undangan, yang dihadiri oleh para dosen, staf-staf bank yang ada di Jabar, dan para tamu-tamu terhormat yang menurut saya dia adalah orang yang biasa saja seperti Danny Setiawan, Rector Unpad dan segenap direksi BI. Mungkin karena status social yang berbeda makanya dia terhormat. Dan untuk saat ini pada waktu tuhan melempar dadu ternyata orang-orang tersebut yang namanyalah yang keluar sehingga nasib dan keberuntungan dipihak mereka. Kembali ke seminar yang saya ceritakan diataas, hampir satu setengah jam kuliah itu berlangsung. Seminar itu tentang microcredit yang diberikan kepada rakyat yang tidak mampu dan memaparkan segala pengalaman-pengalaman yang telah dia capai. Begitulah kira2 ceramah yang disampaikan. Hingga pada menit terakhir kuliah ada seorang yang bertanya ke teman saya. Kira2 begini pertanyaan audiens yang bertanya pada teman saya. Dek dari tadi intinya apa yang dibicarakan oleh Muhammad Yunus? Teman saya lalu keningnya mengerinyit dan bersapah dalam hati uhhhh. Kesimpulan yang ambil adalah biarpun seorang pembicara yang mendapatkan sebuah hadiah nobel serta mengemukakan sekian fakta yang actual dan para pendengar sekiranya juga belum mengetahui yang mana hipotesis,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mana kerangka pemikiran, yang mana kesimpulan, yang mana keseluruhan yang terkait dan tersusun dalam penalaran ilmiah, semua itu adalah seperti masuk dari telingan kanan dan kelua dari telinga kiri. Tugas utama dari filsafat kata Wittgeinstein bukanlah menghasilkan susunan pernyataan falsafati, melainkan menyatakan sebuah pernyataan sejelas mungkin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-8656158753587944448?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/8656158753587944448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=8656158753587944448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/8656158753587944448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/8656158753587944448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/filsafat-bingung.html' title='Filsafat Bingung'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-5523565686719209465</id><published>2007-09-13T02:46:00.001-07:00</published><updated>2007-09-13T02:46:33.618-07:00</updated><title type='text'>Pacaran : Sex, Materi dan Keberadaan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Pacaran : Sex, Materi dan Keberadaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fanomene pacaran adalah hal biasa kita lihat dalam realita masyarakat. Pacaran menurut saya adalah suatu ikatan emosional yang disampul dalam suatu ikatan yang kuat antara kasih sayang dan sex antara dua insan manusia. Jika kita menderivasi lebih lanju dari konsep pacaran yaitu saya membagai dalam tiga keriteria (hehehe seperti Jujun aja yang setiap memberikan criteria biasnya dalam tiga kategori). Tiga kategori tersebut adalah:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sex : mengapa sex? Saya mengambil kesimpulan atas      pengalaman empiris&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang saya amati      melalui pancaindera. Walaupun pengetahuan yang didapat berdasarkan      pancaindera (empirical) ditentang oleh pemikiran rasionalisme. Tapi      terlepas dari hal itu, saya akan menjelaskan tentang sex. Pada dasarnya      manusia mempunyai hasrat atau &lt;i style=""&gt;basical      needs&lt;/i&gt; yaitu makan, sex dan tidur. Jadi manusia untuk memenuhi hasrat      sexnya terkadang dengan mencari pasangan (pacaran), mengapa pacaran karena      hal ini mungkin salah satu jalan melakukan &lt;i style=""&gt;save sex&lt;/i&gt;. Untuk melakukan save sex ini juga dengan beberapa      pertimbangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu bila melakukan      dengan cara “jajan” dirumah bordir maka kemungkinan peluang untuk kena      penyakit kelamin lebih besar. Yang kedua ada jalan lain untuk melakukan      hubungan sex yaitu dengan nikah akan tetapi hal ini juga menjadi masalah      ketika secara materi belum siap untuk nikah atau masih mendapat gelar sebagai      mahasiswa, jadi masih banyak beban yang harus diselesaikan dan disisi lain      kebutuhan batiniyah sudah mendesak, akhirnya pacaran adalah salah satu      jalan alternative untuk melakukan hubungan sex, karena biasanya untuk      lebih mendekatkan dan mengakrabkan dengan pasangan yaitu dengan melakukan      sex. Pacaran dan sex adalah hal yang biasa, pacaran tanpa sex seperti      dunia tanpa perang jadi sex pacaran dan sex kaitannya erat.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Materi : mengapa materi? Karena materi disini saya artikan      sebagai suatu benda yaitu adanya benda-benda yang dibutuhkan oleh manusia      yakni suatu kebutuhan manusia adalah uang karena uang tidak terlepas dari      kehidupan manusia, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;selain itu      materi juga juga dapat dikatakan sebagai kebutuhan-kebutuhan yang lain      atau dalam bahasa sederhana kebutuhan primer dan sekunder. Kaitannya      dengan pacaran adalah manusia yang menjalin hubungan dengan pasangannya      biasanya juga saling melengkapi antar kebutuhan-kebutuhan itu. Contoh yang      sederhana adalah ketika pacar atau kita lagi ingin makan tapi tidak punya      uang untuk makan (khususnya mahasiswa kos-kosan) yang paling tepat untuk      meminta bantuan adalah pacar kita. Hal ini juga yang terjadi ketika pacar      kita sangat membutuhkan materi-materi yang difatnya sekunder orang yang      paling tepat adalah untuk membantunya adalah sang pacar (terkecuali      pacarnya egois pasti gak mau bantu). Dan terkadang pacaran diartikan dalam      suatu materi yang diukur oleh uang, kemana kita berpergian selalu      membutuhkan uang, dan pacaran adalah salah satu jalan saling melengkapi      kebutuhan materi tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan yang terakhir adalah keberadaan. Keberadaan      adalah suatu yang bersifat natural. Pada dasarnya manusia hidup ingin      diakui eksistensinya atau keberadaannya. Terkait dengan itu, yang paling      mengakui keberadaan kita adalah seorang pacar selain keluarga. Seseorang      yang menjalin hubungan atau pacaran biasanya lebih menciptakan hal tentang      keberadaan dimana mereka bersama-sama membangun tentang keberadaan mereka,      baik dalam kerluarga, pertemanan, atau suatu komunitas. Orang berpacaran      biasanya lebih terlihat mempunyai suatu identitas dalam suatu komunitas. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;      suatu pandangan bahwa pacaran membawa pada status social yang mempunyai nilai      social yang lebih dibandingkan yang tidak pacaran atau status jomblo.      Stigma yang berkembang ini tenyata tidak terlepas dari pandangan tentang      keberadaan dia dalam menjalin satu pergaulan didalam suatu komunitas.      Mengapa hal ini terjadi kerena pada dasarnya manusia harus diakui      eksistensinya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-5523565686719209465?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/5523565686719209465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=5523565686719209465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/5523565686719209465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/5523565686719209465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/pacaran-sex-materi-dan-keberadaan.html' title='Pacaran : Sex, Materi dan Keberadaan'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-9049162443960740326</id><published>2007-09-13T02:44:00.002-07:00</published><updated>2007-09-13T02:46:03.760-07:00</updated><title type='text'>Kebudayaan Dunia dan Kebudayaan Surga</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Kebudayaan Dunia dan Kebudayaan Surga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin surga adalah idaman bagi seluruh manusia..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan mereka berhayal tentang surga sesuai dengan imajinasinya masing-maisng. Kebayang kalo kita membayangkan surga dengan kepala kita sendiri. Mari kita imajinasikan bahwa kebudayaan surga berasal dari kebudayaan-kebudayaan yang ada didunia.&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Mungkin      bila orang yang masuk surga itu berasal dari petani maka dia akan      memetak-metak tanah yang ada disurga kemudian ditanami dengan sayuran dan      buah-buahan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Yang      masuk surga berasal dari pemain bola seperti Ibrahimmovic, Cristiano      Ronaldo, Figo, Bechkam, Zidane dll. Maka mereka akan meminta kepada tuhan      lapangan sepak yang paling indah yang pernah ada disurga. Kemudian tim      yang dipimpin oleh Zidane ngajak bertanding dengan tim tuan rumah yaitu tim      bola anak HI’03 yang kapten kesebelasannya Yayat. wah kebayang indahnya      main bola dengan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;yang      masuk surga para bekas pemimpin dunia seperti Suharto, Hitler, Lenin, dan G.      W. Bush. Wah kebayang ya mereka ketemu disurga! Apa yang mereka lakukan?      Mungkin mereka melakukan:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;Soeharto&lt;/b&gt; : membuat jalan tol antara surga dan neraka dan sahamnya pemasukannya dikuasai oleh anak2 soeharto&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;Hitler&lt;/b&gt; : tetep masih mencari orang yang cacat dan orang-orang yahudi disurga kemudian dibantai&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;Lenin : &lt;/b&gt;Pasti msaih melanjutkan doktirn Karya yang paling berpengaruh dalam perdebatan yang berjudul &lt;i&gt;Imperialism, the Highest Stage of Capitalism.&lt;/i&gt; Lenin berargumen bahwa kapitalisme telah memasuki tahap tertinggi dan terakhir seiring dengan berkembangnya monopoli kapitalisme serta munculnya konsep core dan periphery. Menurut Lenin pasti di surga ada para kapitalis2 yang tetap akan menguasai surga dan membagi2 surga dalam core dan periphery.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;G. W. Bush : &lt;/b&gt;wah orang yang satu ini pasti tiada lain ingin menguasai surga2 yang ada. Rencana invasi Bush yang pertama adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Syurga Firdaus &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Syurga 'Adn &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Syurga Na'iim &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Syurga Na'wa &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Syurga Darussalaam &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;6.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Daarul Muaqaamah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;7.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Al-Muqqamul Amin &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;8.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Syurga Khuldi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-9049162443960740326?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/9049162443960740326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=9049162443960740326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/9049162443960740326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/9049162443960740326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/kebudayaan-dunia-dan-kebudayaan-surga.html' title='Kebudayaan Dunia dan Kebudayaan Surga'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-5360593037523015661</id><published>2007-09-13T02:44:00.001-07:00</published><updated>2007-09-13T02:44:40.391-07:00</updated><title type='text'>HTS dan Cinta Komunal</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;HTS dan Cinta Komunal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cinta adalah suatu perasaan terhadap seseorang tertetu, hampir semua manusia pernah merasakan cinta. Cinta adalah seni, jadi bila mencintai kita harus pandai membuatnya indah. Untuk mengetahui cinta kita harus mengetahui lebih dalam, ibarat seniman yang akan membuat lukisan maka seniman itu harus dapat mengerti cara menggoreskan kuas diatas kanvas putih, selain itu juga harus mengerti adonan warna yang dicampur, sehingga membuat hasil warna yang indah. Itulah adalah proses untuk membuat lukisan yang berkualitas. Demikian halnya dengan cinta, cinta tidak begitu saja terjadi dan tidak begitu saja muncul, akan tetapi melewati suatu proses, cinta dapat menjadi indah bila dapat terjadi suatu komunikasi yang efektif dan membuat suatu kesepahaman bersama. Cinta terkadang tidak saling memiliki dan tidak harus tetap bersama, karena kita dilahirkan dalam kesendirian. Cinta bisa terjadi pada setiap orang dan cinta terkadang ingin membuat suatu kesepakatan antar dua pasangan. Yang menjadi permasalahan adalah ketika cinta telah dijadikan landasan untuk hidup bersama selamanya, dan membuat ikatan tidak ada yang saling meninggalkan, selamanya harus saling menjaga. Akan tetapi terkadang proses itu tidak selamanya terjadi maka yang terjadi adalah kegagalan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Konsep pacaran yang selama ini telah terjadi ternyata tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dan persoalan-persoalan seperti diatas. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; baiknya bila kita membuat suatu pola yang baru dalam menjalin kisah kepada orang yang kita sayangi. Tidak adanya status dalam menjalin kisah cinta mungkin hal yang bisa digunakan. Tidak adanya kepemilikan privat dapat digunakan dalam menjalin kisah cinta. Bisa menjalin dengan cinta atau kasih sayang dengan semua orang itu adalah hal yang terbaik dari pada kita terlalu mencintai seseorang namun pada akhirnya berakhir pada suatu kesedihan. Tidak adanya status atau kepelmilikan privat terhadap individu adalah hal yang juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti HTS atau TTM. Inti dari bentuk pola HTS atau TTM seperti ini hanya dapat dilakukan bila kita menggunakan komunikasi yang efektif dalam setiap keputusan-keputusan yang akan diambil atau suatu kesepakatan-kesepakatan. Mungking pola semacam ini adalah bentuk meminimalisir adanya sakit hati untuk dikemudian hari. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal yang terbaik untuk masa ini adalah terbentuknya cinta komunal dan pola penerapannya itu dapat disepakati oleh masing-masing pihak yang lagi berkepentingan (baca butuh). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-5360593037523015661?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/5360593037523015661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=5360593037523015661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/5360593037523015661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/5360593037523015661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/hts-dan-cinta-komunal.html' title='HTS dan Cinta Komunal'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-86866437908911153</id><published>2007-09-13T02:41:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T02:42:34.278-07:00</updated><title type='text'>Iman Setengah Hati</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Iman Setengah Hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2007" day="28" month="3"&gt;&lt;b style=""&gt;28 March  2007&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seringkali kita melihat seorang gadis yang berjilbab atau berkerudung bergandengan tangan di jalan dengan bukan muhrimnya, hal ini adalah pemandangan yang sering kita lihat dikawasan jatinangor. Dan masih banyak kejadian yang lain seperti mengaku dirinya beriman kepada Allah, melakukan sholat 5 waktu, akan tetapi masih sering juga melakukan dosa-dosa kecil maupun dosa besar. Satu contoh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sederhana ketika orang itu memakai kerudung bermesra-mesraan didepan umum, dan bergandengan tangan dengan bukan muhrimnya, alasan contoh ini saya ambil karena kerudung adalah suatu identitas. Yang menjadi permasalahan kerudung adalah simbol atau identitas islam. Sungguh sangat tidak sempurna iman orang itu. &lt;b style=""&gt;Iman adalah mempercayai dengan sepenuh hati dan melakukan dengan perbuatan&lt;/b&gt;. Artinya bila kita sudah beriman maka segala perintah dan larangannya haruslah kita ikuti jangan melakukannya setengah hati. Dan bila kita temui kejadian yang saya ceritakan diatas maka perlu dipertanyakan keimananannya….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melakukan hal yang setengah hati dalam beriman adalah hal yang tidak konsisten terhadap ajaran islam itu sendiri. Sebaiknya kita mempertanyakan kembali keimanan kita. Beriman kepada suatu yang Esa adalah hal diyakini semua orang akan tetapi dia tidak tahu dasar pondasi dari mana keimanan yang dia peroleh apakah dari warisan orang tua atau ikut-ikutan saja sebagai bentuk identitas. Jadi perlu kiranya kita meninjau kembali keimanan kita apakah kita sudah melakukan sepenuh hati atau setengah hati. Jadi dalam hal ini melakukan iman dengan setengah hati adalah jalan alternatif yang di inginkan oleh syaitan-syaitan untuk menemaninya ke neraka jahanam. Kemudian yang paling penting adalah perlu kiranya kita menanyakan kembali sudah sempurnahkah Iman kita atau hanya setengah hati? Alangkah mungkin lebih baik jika kita meninggalkan identitas atau melepaskan semua aturan-aturan identitas yang kita yakini daripada mengimani hanya setengah hati. Ketika kita melepaskan identitas yang kita imani, maka kita tidak perlu terikat dengan hal-hal yang lain seperti adanya suatu keterkungkungan dalam hati, atau keterkungkungan aturan yang padahal sebenarnya kita terkadang masih ingin melakukan diluar koridor yang telah ditentukan oleh identitas tersebut………&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-86866437908911153?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/86866437908911153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=86866437908911153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/86866437908911153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/86866437908911153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/iman-setengah-hati.html' title='Iman Setengah Hati'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-2079723639903154412</id><published>2007-09-13T02:40:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T02:41:40.555-07:00</updated><title type='text'>PENINDASAN STRUKTURAL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;PENINDASAN STRUKTURAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Abdul Post&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Telah banyak suatu kejadian yang pada dasarnya bila dilihat dari kacamata modernitas terdapat suatu hal yang membuat kita terkungkung dan tertindas dalam bentuk system yang structural, bentuk structural yang dimaksud adalah terdapat gerakan intelektual yang berkaitan dengan penyingkapan struktur berbagai pemikiran dan tingkah laku manusia, yang prinsipnya adalah bahwa suatu totalitas yang kompleks hanya dapat dipahami sebagai suatu perangkat unsur-unsur yang saling berkaitan.(Piliang, 2003, hal:21). Ini artinya didalam struktur itu terdapat suatu perangkat system yang saling berkaitan dimana seharusnya dapat mengatur tindakan manusia yang tersistematis untuk tujuan bersama, dan didalam system ini sendiri membuat adanya suatu hirarki yang jelas antara atasan dan bawahan adanya bos dan anak buah atau adanya dosen dan ada mahasiswa. itu semua adalah suatu hirarki yang tercipta dari bentuk modernitas struktrur. tapi ironisnya suatu struktur itu telah membuat suatu adanya ketidak teraturan yang baru dimana secara kontinuitas itu membuat suatu hirarki yang atas akan menekan yang bawah dan yang dibawah hanya bisa menerima tanpa bisa melawan. Bila kita lihat dan mencermati banyak dari bentuk structural yang sangat tidak wajar, dalam hal yang lain kita dapat temui seperti adanya otoritas atau kekuasaan yang seolah-olah mutlak dari atasan dan tidak menghiraukan bawahannya, disini saya akan menyoroti dalam hal pendidikan dimana adanya kesewenang-wenangan dari pihak dosen terhadap mahasiswanya seperti seorang dosen menentukan jadwal kuliah dan jadwal ujian seenaknya sendiri tanpa mengikuti jadwal yang sudah ada dari pihak dekanat atau jurusan, dan adapula tindakan dosen yang tidak mau menerima argument dari mahasiswa. yang paling miris lagi adalah ketika bentuk penindasan ini dilakukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh pihak lembaga atau yang lazim disebut “jurusan” dimana dengan otoritas yang dia punya dapat menentukan suatu kebijakan tanpa melibatkan suara mahasiswa sedikitpun, padahal yang notabenenya kebijakan itu juga untuk mahasiswa itu sendiri. Gambaran dari dunia modernitas seperti ini beserta tatanan sosial yang dihasilkannnya, telah melahirkan berbagai konsekuensi buruk bagai kehidupan manusia khususnya mahasisiwa karena hal ini terdapat suatu penindasan yang secara structural terdapat hirarki antara mahasiswa yang ditindas dan dosen sebagai penindas. Dari proses penindasan struktural ini sangat didukung dengan kekuatan dan hegemoni dosen untuk memberikan nilai dan menentukan kelulusan, hal inilah yang membuat adanya ketakutan mahasiswa untuk berikap lebih kritis karena bila mahasiswa melakukan perlawanan maka akan ditekan dengan ancaman nilai, sehingga hal ini berdampak pada kelulusan mahasiswa. Hal ini mungkin sangat sulit untuk dihilangkan sehingga kebanyakan mahasiswa cenderung apatis dan hanya bisa menerima bentuk penindasan tersebut, hal ini juga biasa lazim dikatakan manusia yang menjadi &lt;i style=""&gt;kosmotheoros&lt;/i&gt; alias penonton murni dari penindasan secara structural.Hal ini juga mengakibatkan suatu pandangan modern yang bersifat obejektivitas dan positivis yang pada akhirnya cenderung menjadikan masyarakat seolah-olah manjadi mesin yang dapat dikontrol oleh system yang hirarki. Lalu pertanyaannya sampai kapan hal ini akan terus berlanjut? hal ini tentunya dituntut adanya kesadaran yang kolektif dari berbagai pihak yang ada dalam struktur tersebut seperti adanya suatu kesadaran dari pihak-pihak dosen untuk mengikuti aturan yang telah ada, dan apabila hal itu telah terpenuhi maka akan terjadi suatu korelasi penindasan yang bersifat emansipatoris saling mendukung antara pihak dosen dan pihak mahasiswa sehingga terjadi suatu keselarasan dalam mencapai hak dan kewajibannya. Tentunya hal ini juga sangat didukung oleh pihak mahasiswa dimana mahasiswa harus memenuhi kewajibannya (seperti membayar SPP dengan tepat waktu) agar tidak terjadi penindasan yang sifatnya parsial atau menuntut hak tapi kewajibannya belum dilaksanakan. Tapi yang paling penting untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membangun kekritisan kita khususnya mahasiswa untuk melakukan suatu perubahan dalam system tersebut walaupun system itu telah menjadi lingkaran setan yang sangat sulit untuk dirubah. Mungkin lirik lagu Bob Marley dapat manjadi inspirasi &lt;i style=""&gt;“get up, stand up, life is your life right, so we can’t give up the fight…” &lt;/i&gt;makna yang terkandung dari lagu ini adalah Marley mengajak para pendengarnya untuk tidak tunduk pada suatu system yang menindas dan jangan takut pada system yang menindas &lt;i style=""&gt;“speak your mind”&lt;/i&gt; bila kamu merasa dirugikan oleh suatu system.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Mahasiswa FISIP Jurusan “Hubungan Internasional” semester IV&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Universitas Padjadjaran dan Sebagai pemerhati mahasiswa yang tertindas.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-2079723639903154412?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/2079723639903154412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=2079723639903154412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/2079723639903154412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/2079723639903154412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/penindasan-struktural.html' title='PENINDASAN STRUKTURAL'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-8652517956145338929</id><published>2007-09-13T02:38:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T02:40:42.505-07:00</updated><title type='text'>Totalitas Orientasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;"&gt;Totalitas Orientasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Perlunya totalitas dalam melakukan suatu adalah suatu yang penting, karena tanpa suatu yang totalitas maka kita seperti membangun sebuah istana yang belum jadi karena membuat istana yang harus diperkuat adalah pondasinya yang terlebih dahulu, Karena istana akan goyah bila tidak didasari pondasi yang kuat. Begitupun kita melakukan hal-hal yang menyangkut dengan orientasi kita. Seperti halnya menentukan tujuan kita pada saat menjadi mahasiswa dimana kita harus membuat orientasi yang totalitas seperti keinginan untuk &lt;i style=""&gt;study oriented &lt;/i&gt;atau menjadi organisatoris atau menjadi mahasiswa pebisnis yang sukses. Melakukan hal yang demikian adalah sangat perlu ditentukan diawal kita pada saat menjadi mahasiswa. Karena dengan melakukan hal yang setengah-setengah maka biasanya kita terperangkap pada waktu dan idealisme yang setengah-setengah pula. Mungkin juga totalitas perlu dilakukan dalam menjalin suatu hubungan kepada lawan jenis dalam artian menjalin hubungan yang lebih special (pacaran). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dalam hal ini perlu kita menentukan totalitas orientasi kita mau diarahkan kemana. Dalam kutipan buku &lt;i style=""&gt;Transformation of Sexuality&lt;/i&gt; Anthony Gidden mengutip bahwa “wanita itu butuh cinta sedangkan lelaki itu butuh sex” hal ini sangat menarik karena untuk menentukan suatu orientasi kita dalam menjalin hubungan special dengan lawan jenis. Orientasi kita sudah harus sudah ditentukan diawal hubungan kita. Apakah kita hanya butuh sex saja atau hanya membutuhkan kasih sayang dan cinta terhadap hubungan kita. Berangkat dari ini perlu adanya totalitas oriented kita harus menentukan “gw hanya butuh sex, gw menjalin hubungan dengan lo gw hanya butuh sex n gak ada yang lain” itu adalah suatu perkataan yang tidak perlu dipertanggungjawabkan ketika kita sudah putus hubungan dikemudian hari. Dan hal itu seharusnya disepekati diawal hubungan karena hal ini akan mempengaruhi pada saat hubungan itu akan berkahir. Dan yang terpenting adalah jangan mecampur antara orientasi sex dengan cinta dan kasih sayang, karena ketika itu sudah dicampuradukan maka akan mempengaruhi hubungan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Bila orientasi kita menjalin kasih sayang dan cinta saja maka jangan sekali-kali kita melukai perasaan orang yang kita sayangi dengan memaksa untuk melakukan hubungan sex dengan kita, karena ketika landasan pondasi kita didasari oleh cinta dan kasih sayang maka jangan menodainya dengan sex. Sangat disayangkan bila kita merusaknya dengan nafsu sex saja karena berdampak pada psikologis dan perasaan terhadap pasangan kita. Wanita pada umumnya sangat mengikuti keinginan pria, biasanya kalau wanita sudah mencintai si pria maka biasanya apapun permintaan dari si pria akan dituruti. Biasanya banyak yang mengorbankan keperawanan atau keperjakaan atas dasar cinta dan kasih sayang akan tetapi yang menjadi masalah adalah setelah melakukan hal itu hubungan itu tidak berkahir pada pernikahan akan tetapi pada suatu perpisahan yang kemudian berdampak pada kekecawaan yang mendalam terutama dari pihak wanita karena mahkota yang berharga nilainya telah hilang. Untuk itu marilah kita mengavaluasi dan memikirkan ulang pentingnya kesepakatan diawal ketika menjalin. Dan disnilah arti pentingnya totalitas dalam melakukan sesuatu agar mencapai tujuan dan akhir yang tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-8652517956145338929?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/8652517956145338929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=8652517956145338929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/8652517956145338929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/8652517956145338929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/09/totalitas-orientasi.html' title='Totalitas Orientasi'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-2642819284790328734</id><published>2007-08-20T04:04:00.000-07:00</published><updated>2007-08-20T04:07:18.610-07:00</updated><title type='text'>All about Skripsi Coy………</title><content type='html'>HP berbunyi dari dalam saku gw…….&lt;br /&gt;Lalu gw angkat hp gw..&lt;br /&gt;Sipenelpon nanyakan kabar kapan lulus? ### gw langsung puyeng.&lt;br /&gt;Ketemu teman se angkatan gimana skripsi lo? Gw jawab lagi ngerjain. Kemudian nanya lagi. Uda bab berapa?&lt;br /&gt;Jawab – bab niat&lt;br /&gt;Temen gw nimpalin setan lo….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu dosen di kampus.&lt;br /&gt;Gimana skripsinya Dek, uda ada progress?&lt;br /&gt;Jawab- iya pak lagi baca2 bahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu temen kosan.&lt;br /&gt;Lo uda UP?&lt;br /&gt;Jawab – nyantelah masuknya aja susah mo cepet2 lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu tukang ojek.&lt;br /&gt;Wah masih kekampus aja nih?&lt;br /&gt;Jawab – iya nih lagi ngejar agustus untuk lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu junior&lt;br /&gt;Kapan lulus kang?&lt;br /&gt;Jawab – lulus mah pasti masalah waktu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu bapak kos?&lt;br /&gt;Ujang kosanna di perpanjang dei nya’?&lt;br /&gt;Jawab dalam hati gw- Iya pak kan belum lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu sol-sol sepatu&lt;br /&gt;Cep 3 tahun lalu jahit sepatu yang ini juga ya?&lt;br /&gt;Iya pak soalnya belum lulus euy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu penjual gorangan&lt;br /&gt;Ncep masih kosan disini?&lt;br /&gt;Iya bu belum selesai nih kuliahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu Imran&lt;br /&gt;Coy bosan gw liat lo di kampus?&lt;br /&gt;Jawab – iya euy.. pengen jadi PD 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu senior&lt;br /&gt;Belum lulus lo?&lt;br /&gt;Jawab –lah lo sendiri ngapain di kampus? (mampus lo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu orang gila di jalan&lt;br /&gt;Eehh ncep masih kekampus aja belum lulus ya?&lt;br /&gt;Jawab – Anjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-2642819284790328734?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/2642819284790328734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=2642819284790328734' title='28 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/2642819284790328734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/2642819284790328734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/08/all-about-skripsi-coy.html' title='All about Skripsi Coy………'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-7377738166591088518</id><published>2007-08-16T00:20:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T00:35:41.373-07:00</updated><title type='text'>Iseng</title><content type='html'>Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah ikatan keluh kesah makhluk tertindas, memainkan perasaan dunia, senang dan larut dalam romantisme imajinasi mereka, ia adalah candu sepasang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarkan pada seluruh umat manusia bahwa tidak ada cinta yang kekal, yang kekal itu adalah yang menciptakan cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah suatu perasaan yang dari lubuk hati paling dalam, mengapa cinta bisa tumbuh? Karena dipupuk oleh kasih sayang dan disirami hati yang tulus tanpa mengharapkan suatu saat akan dipetik buahnya. Cinta biarkan tumbuh tanpa harapan yang dihargakan.. karena kalau cinta telah dihargakan maka kita menilai cinta itu sesuai dengan harga yang kita bayar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah anugerah yang terindah yang diberikan oleh tuhan, jadi iringilah hari-hari kita dengan mencintai dengan keiklasan dan ketulusan. Cinta tidak harus memilih karena cinta itu bukan suatu pilihan akan tetapi pilihanlah yang harus memilih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-7377738166591088518?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/7377738166591088518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=7377738166591088518' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/7377738166591088518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/7377738166591088518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/08/iseng.html' title='Iseng'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5241550647529657785.post-9090256206302990140</id><published>2007-08-15T23:29:00.000-07:00</published><updated>2007-08-15T23:45:56.701-07:00</updated><title type='text'>Bertanggunga Jawab Atas Nilai A</title><content type='html'>Setelah ujian Filsafat ilmu pada tanggal 12 Agustus 2005, saya mendapatkan nilai A. pertanyaanya adalah apakah nilai A yang saya dapatkan ini harus saya pertanggungjawabkan. artinya bila kita mendapatkan nilai A berarti kita telah lulus dalam ujian filsafat, yang saya ragukan adalah apakah nilai A ini akan dipertanggungjawabkan dengan semaksimal mungkin. yang ada dibenak saya adalah nilai A adalah bukan suatu parameter kelulusan dalam memperlajari suatu pengetahuan atau lebih spesifik ilmu. mengapa demikian karena ketika kita mengambil mata kuliah tertentu seperti filsafat ilmu atau mata kuliah pengantar ilmu politik itu hanya dipelajari cuma enam semester, dan menurut saya masih banyakyang belum ketahui dari apa yang kita pelajari. dan yang menjadi masalah adalah begitu beban yang saya pikul ketika harus mempertanggungjawabkan nilai A tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5241550647529657785-9090256206302990140?l=iderahmat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iderahmat.blogspot.com/feeds/9090256206302990140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5241550647529657785&amp;postID=9090256206302990140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/9090256206302990140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5241550647529657785/posts/default/9090256206302990140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iderahmat.blogspot.com/2007/08/bertanggunga-jawab-atas-nilai.html' title='Bertanggunga Jawab Atas Nilai A'/><author><name>M.Yat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12554977937021883537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Ks4SLIDVu7k/SAMi4bxanaI/AAAAAAAAABI/MW3mjDQnd4Y/S220/k.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
